Laporan Praktikum Pengukuran Morfometrik Ikan

Halo sahabat sekalian, pada kesempatan kali ini kami akan membagikan referensi untuk Laporan Praktikum Pengukuran Morfometrik Ikan. Ingat ya ini sebagai referensi bukan sebagai bahan untuk di copy-paste sepenuhnya. Berusahalah membuat laporan sebaik mungkin dengan usaha dan pengetahuan kalian sendiri atau berimproviasasi dari laporan yang kami sediakan ini juga tidak masalah selama kalian tidak menelannya bulat-bulat ya hehehe... Baiklah langsung saja berikut ini isi dari Laporan Praktikum Pengukuran Morfometrik Ikan. Semoga membantu :)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar  Belakang 
Satuan ukuran yang digunakan di dalam morfometrik sangat bervariasi. Di Indonesia, satuan ukuran yang umum digunakan adalah sentimeter (cm) atau milimeter (mm), tergantung kepada keinginan peneliti. Ukuran-ukuran ini disebut ukuran mutlak. Untuk memperoleh pengukuran yang lebih teliti, sebaiknya menggunakan jangka sorong (calipper). Adalah suatu hal yang tidak mungkin untuk memberikan ukuran bagian-bagian ikan dalam ukuran mutlak (misalnya cm) pada saat melakukan identifikasi. Ukuran yang digunakan untuk identifikasi hanyalah merupakan ukuran perbandingan. Seekor ikan yang memiliki panjang total 25 cm dan panjang kepala 5 cm, maka perbandingan yang dinyatakan di dalam buku-buku identifikasi adalah panjang kepala sama dengan seperlima panjang total tubuhnya.
Metode morfometrik ada dua jenis yaitu morfometri tradisional adalah perbandingan antara univariate karakter meristik dan morfometrik seperti panjang tubuh, lebar tubuh, dan tinggi tubuh yang mampu mengidentifikasi perbedaan antar species. Kekurangan dari morfometri tradisional ini yaitu seringkali terjadi kegagalan dalam pengidentifikasian perbedaan anara galur populasi.
      Truss morphometrics yaitu upaya menggambarkan bentuk ikan dengan cara mengukur bagian-bagian dari tubuhnya atas dasar titik-titik patokan. Kelebihan dari truss morphometrics adalah memberikan gambaran yang lebih menyeluruh dan menghasilkan karakterisasi geometrik bentuk tubuh ikan secara lebih sistematis dan menunjukkan peningkatan kemampuan untuk mengidentifikasi perbedaan-perbedaan bentuk tubuh.
Contoh ukuran bagian-bagian tubuh penting yang mendukung karakter morfologi ikan biji nangka yaitu panjang antara mulut dengan pertengahan bagian ekor, titik maxilla dorsa dan maxilla ventral, titik maxilla dorsal dengan pangkal operkulum bagian ventral, titik maxilla dorsal dengan pangkal operkulum bagian dorsal, titik maxilla ventral dengan pangkal operkulum bagian ventral, titik maxilla ventral dengan pangkal operkulum bagian dorsal dan lain sebagainya.


1.2 Tujuan Praktikum
Pratikum ini bertujuan agar mahasiswa mampu memahami dan menerapkan metode tradisional morfometrik dan meristik dalm kajian-kajian biologi perikanan. Dengan cara yang sama diharapkan dapat juga mengaplikasinya pada metode truss network, karena prinsip kerjanya sama.
1.3 Manfaat
a. Dapat memahami dan menerapkan metode tradisional meristik dan morfometrik dalam kajian-kajian biologi perikanan.
b. Dapat mengaplikasikan ke metode truss network.
c. Dapat mengetahui hubungan antar spesies.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Morfometrik adalah ciri-ciri yang berkaitan dengan ukuran tubuh atau bagian tubuh ikan misalnya panjang total, panjang baku, panjang cagak dan sebagainya. Meristik merupakan ciri-ciri yang berkaitan dengan bagian tertentu pada tubuh ikan misalnya jumlah sisik pada garis rusuk, jumlah jari-jari keras dan lemah pada sirip punggung dan sebagainya. Ukuran dalam morfometrik adalah jarak antara satu bagian tubuh ke bagian lain, misalnya jarak antara ujung kepala sampai dengan pelipatan batang ekor (panjang baku). Ukuran ini disebut dengan ukuran mutlak yang biasanya dinyatakan dalam satuan milimeter atau sentimeter. (Affandi dkk., 1992).
Karakter morfometrik dapat digunakan untuk membedakan antara satu jenis ikan dengan jenis ikan lainnya, antara jenis ikan yang sama dari geografis atau tempat yang berbeda dan antar varietas ikan. Karakter morfometrik tinggi badan, lebar badan dan panjang kepala merupakan tiga karakter yang penting pada ikan budidaya, karena berkaitan dengan bagian tubuh ikan yang dapat dimakan. Ikan yang badannya lebih tinggi dan lebar, serta kepalanya lebih kecil tentu karkas dan filletnya lebih banyak. (Sumantadinata K. 1981). 
Teknik truss morfometrik digunakan untuk menggambarkan secara lebih tepat bentuk ikan dengan memilih titik-titik homologus terntentu yang menggambarkan anatomi ikan disepanjang tubuh dan mengukur jarak antara titik-titik tersebut. Teknik ini meningkatkan konsistensi dalam pengukuran, memberikan informasi yang terinci dalam penggambaran bentuk ikan, memperkecil kesalahan pengukuran, lebih efisien karena mencakup seluruh tubuh dan jika garis truss semakin pendek atau titik truss semakin banyak, maka akan memberikan informasi yang lebih spesifik tentang gambaran tubuh ikan. (Brzeski dan Doyle, 1988 dalam  Nugroho et al. ,1991).
Karakter morfometrik dapat membantu dalam menyediakan informasi untuk pendugaan stok sebaran populasi dalam habitat atau lingkungan perairan tempat hidupnya. Hasil dari kajian morfometrik dapat digunakan sebagai salah satu  perangkat manajemen sumberdaya biota di alam, menjadikan kajian morfometrik ini  cukup banyak dipelajari oleh para ahli perikanan (Effendi, 1997). 
Perbedaan morfologi antar populasi atau spesies digambarkan sebagai kontras dalam bentuk tubuh secara keseluruhan atau dengan anatomis tertentu. Jika suatu spesies mempunyai bentuk tubuh lebih sempit dan lebih dalam daripada spesies lainnya atau memiliki mata yang relative besar ukurannya merupakan deskripsi kualitatif. Deskripsi kualitatif dianggap belum memadai, sehingga seringkali diperlukan ekpresi kuantitatif dengan mengambil ukuran dari individu. Manfaat dari studi morfometri secara kuantitatif yaitu dapat membedakan individu antar jenis kelamin atau spesiesnya, menggambarkan pola-pola keragaman morfometrik antar populasi maupun spesies (Wito, S. 1989).

BAB III
METODOLOGI KERJA

3.1 Waktu dan Tempat
Waktu dilaksanakannya praktiku ini adalah pada tanggal 1 April 2016, pukul 16.30 hingga 18.00 WIB yang bertempat di Laboratorium Biologi Laut, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala.

3.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah
Tabel 3.2 1 Tabel Alat dan Bahan
No Alat dan Bahan Jumlah
1 Data pengukuran 5 Kelompok
2 Laptop                 1 unit
3 Software SPSS 1 unit/laptop
4 Flash disk         1 unit
5 Alat tulis                 1 Set

3.3 Cara Kerja
Cara kerja analisis data denganmenggunakan SPSS yaitu :
a. Disalin data dari Excel.
b. Dipilih Variable View.
c. Dipilih Name 1 diubah menjadi Spesies.
d. No 2 sampai 14 diubah menjadi bagian morfometrik seperti SL, HDL, CPL, dan lain-lain.
e. Lalu diklik Column Value diubah menjadi nama-nama ikan seluruh kelompok.
f. Kemudian diklik menu Analize> Classify > Discriminant.
g. Dimasukkan spesies ke Group Variable, diklik Difine range, minimum1 maksimum 4.
h. Karakter lainnya dimasukkan ke Independent.
i. Dipilih, Step wise method.
j. Diklik Method >dipilih Mahalanobis Distance >diklik Continue.
k. Diklik Classify > Use Covariance Matrix : within Groups. Plot : Combine Groups.
l. Diklik Statistic > Within Group Correlation > Continue. Diklik Ok.
3.4 Analisa Data
Mtrans= M x 100/TL.
Keterangan : TL : Total Length
            M  : Data Hasil Pengukuran

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan pada praktikum ini terlampir di dalam lampiran.

4.2 Pembahasan
Bentuk dan ukuran tubuh dari setiap jenis ikan pastilah berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan tesebut biasa digunakan dalam proses pengklasifikasian dan penggolongan suatu jenis ikan. Untuk dapat mengetahui perbedaan ukuran tubuh setiap jenis ikan, tentu dilakukan pengukuran untuk mendapatkan data mengenai ukuran tubuh ikan tersebut. Karakter morfometrik dapat digunakan untuk memebedakan  antara jenis ikan satu dengan jenis ikan lainnya, baik antara jenis ikan yang sama ditinjau dari segi geografisnya ataupun tempat yang berbeda dan antar varietas yang berbeda pula.
Pada praktikum ini, digunakan 5 jenis sampel ikan yang digunakan pada praktikum hubungan panjang berat, yaitu ikan mas (Cyprius carpio), ikan nila (Oreochromis niloticus), ikan selar (Selaroides leptolepis), ikan biji nangka (upeneus mullocensin), ikan mujair (Oreochromis mossambica). Pengolahan dari kelima data ikan tersebut dilakukan dengan menggunakan software IBM SPSS.
Berdasrkan pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan software IBM SPSS ada beberapa aspek hasil yang perlu diperhatikan untuk menganalisa hasil dari pengolahan data morfometrik tersebut, yaitu tabel pooled within-groups matrives, nilai % of variances pada tabel eigenvalues, nilai fungsi pada tertinggi pada tabel structure matrix  dan yang terakhir canocial discriminant function.
Pengamatan hasil yang pertama dilakukan yaitu pada nilai-nilai yang tertera di tabel  pooled within-groups martives. Nilia-nilai pada tabel ini digunakan untuk menentukan apakah data yang telah kita olah layak untuk dianalisa lebih lanjut atau tidak. Apabila nilai pada tabel tersebut rata-ratanya 0,5 kebawah, maka data tersebut layak untuk diuji lebih lanjut dan apabila nilainya lebih banyak diatas angka 0,5 maka data tersebut tidak layak untuk dianalisa lebih lanjut. Berdasarkan pada hasil pengolahan yang telah dilakukan didapat nilai 0,5 ke bawah lebih mendominasi sehingga analisa dari data hasil olahan tersebut layak untuk dilakukan.
Berikutnya dilihat nilai dari % of variances pada tabel eigenvalues. Dari 4 fungsi diskriminan canocial diperoleh angka tertinggi 82,3 yang terletak pada fungsi pertama. Setelah itu, dilakukan analisa terhadap semua unsur pengukuran panjang-berat yang terdapat pada tabel structure matrix. Pada tabel tersebut kita dapat melihat nilai korelasi absolut terbesar antara masing-masing fungsi variabel diskriminan dan variable yang tidak digunakan dalam analisis. Pada fungsi pertama nilai SL dan BD adalah nilai dengan korelasi absolut terbesar dengan angka masing-masing 0,450 dan 0,398. Beralih ke fungsi kedua, terdapat 6 nilai dengan nilai korelasi absolut terbesar yaitu VPL, HDL, CPL, PFL, HD dan DBL dengan nilai masing-masing 0,524 , 0,431 , 0,401 , 0,397 , 0,385 , dan 0,278. Pada fungsi ke-3 terdapat 3 nilai dengan nilai korelasi absolut terbesar yaitu ED, DD dan AFL dengan nilai masing-masing 0,669 , 0,262 dan -0,255. Pada fungsi terakhir terdapat 2 nilai korelasi absolut terbesar yaitu pada CPD dan SNL dengan perolehan nilai masing-masing 0,404 dan -0,136. Pada tabel ini juga ditemukan variabel yang tidak digunakan untuk analisis. Setidaknya terdapat 3 variabel yang tidak dapat dianalisis dan ketiga berada pada fungsi pertama masing-masing variabel tersebut adalah CPL, DBL dan SNL.
Pada grafik canocial discriminant function terdapat 2 nilai korelasi yang akan dilihat yaitu ikan dengan nilai korelasi positif (nilainya diatas 0) dan nilai korelasi negatif (nilainya dibawah 0). Pada fungsi pertama dari kelima ikan yang telah diamati, ikan mas memiliki nilai korelasi positif atas. Sementara keempat ikan lainnya memiliki nilai korelasi negatif dimana ikan nila dan ikan mujair memiliki nilai korelasi negatif bawah serta ikan biji nangka dan ikan selar memiliki nilai korelasi negatif atas. Pada fungsi kedua, ikan mas memiliki nilai korelasi positif atas dan bawah, ikan mujair memiliki nilai korelasi negatif bawah, ikan nila memiliki nilai korelasi atas dan bawah, dan yang terakhir ikan  biji nangka dan ikan selar memiliki nilai korelasi positif. 
Jika kembali dilihat kepada grafik fungsi dikriminan cannosial, diketahui bahwa ikan selar dan ikan biji nangka memiliki ciri khas yang sama. Hal ini dikarenakan nilai dari kedua ikan tersebut berdempatan. Namun, secara visual ikan selar dan ikan biji nangka memiliki ciri fisik yang sangat berbeda. Hal ini menandakan bahwa pengukuran yang dilakukan kurang teliti sehingga terjadi kesalahan saat pengolahan data seperti yang terlihat dari grafik tersebut.

BAB V 
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum ini adalah
a. Pengukuran morfometrik dan pengolahan data secara meristic dapat dilakukan dengan menggunakan software SPSS.
b. Nilai dari table pooled within-groups matrices didominasi oleh nilai dibawah 0,5 sehingga data yang ada layak untuk dianalisa lebih lanjut.
c. Pada tabel structure matrix bagian morfologi ikan yang mendiskriminan di fungsi 1 adalah SL dan BD, pada fungsi 2 yaitu VFL,HDL, CPL,PFL,HD dan DBL, pada fungsi 3 yaitu ED, DD dan AFL sedangkan pada fungsi 4 yaitu CPD dan SNL.
d. Terdapat 3 variabel yang tidak layak untuk dianalisa pada fungsi1 tabel structure matrix yaitu CPL, DBL dan SNL.
e. Nilai tertinggi dari  % of variances terdapat pada fungsi 1 dengan nilai sebesar 82,3 %
f. Ikan yang memiliki kemiripan morfologi akan berada pada wilayah kategori yang sama serta ada pula yang letaknya berhimpitan dalam grafik.

5.2 Saran
Semoga kedepannya saat pengukuran karakteristik morfologi dapat dilakukan lebih teliti lagi dengan menggunakan alat yang lebih akurat seperti jangka sorong serta digunakan metode pengolahan data morfometrik yang lebih akurat lagi untuk menghindari terjadinya bias. Selain itu, jika akan menggunakan software-software untuk mengolah data, agar dipastikan bahwa semua praktikan sudah mempunya software tersebut demi kelancaran saat praktikum berlangsung.

DAFTAR PUSTAKA

Affandi R, DS Sjafei, MF Rahardjo dan Sulistiono. 1992. Ikhtiologi suatu pedoman kerja laboratorium. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat. Bogor : Institut Pertanian Bogor
.
Brzeski, V,J, and R.W. Doyle. 1991. A morphometric criterion for sex discrimination in tilapia, p 439-444. in R.S.V. Pullin, T. Bhukaswan, K. Tongtuthai and J. L. Maclean (eds.). The Second International Symposium on Tilpia in Aquaculture. ICLARM Conference Proceedings 15, 623 p. Department of Fisheries, Thailand and Internasional Center for Living Aquatic Resources Management, Manila, Philipines.

Effendie ML. 1997. Biologi Perikanan. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusatama

Sumantadinata, K.1981. Pengembangbiakan Ikan Peliharaan di Indonesia. Bogor : PT. Sastra Hudaya.

Wito, S. 1989. Telaah Hubungan Kerabat antara Ikan nila(Oreochromis niloticus) dengan metode meristikdan morfometrik. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.


LAMPIRAN

1. Tabel Pooled Within-Groups Matrices

2.  Tabel Eigenvalues

3. Tabel Structure Matrix


Post a Comment

0 Comments